Selasa, 17 Desember 2013

hay. Selamat meraih gelar S.Si mu :)

Memang tak pernah sekalipun aku bertemu lagi denganmu, entah. Mungkin Allah tak meridhoinya. Terakhir kali aku berjumpa ketika kita masih sama-sama menjadi mahasiswa, masih menjadi mahasiswa tingkat akhir yang sedang PLA disebuah Instansi Pemerintahan.
Sebenarnya sama sekali aku tak pernah berfikir bahwa akan sampai seperti ini aku ternyata mengagumimu. Masih ingat saat aku sama-sama menjalani masa PLA ditempat yang sama, masih juga kuingat ketika aku satu tim denganmu. Sungguh tak satupun perasaan terlintas dibenakku, yang ku tau hanya sebatas terlintas kau adalah satu tim dan teman yang baik. Pembawaanmu yang ramah, baik, serta memiliki sifat yang "Humoris" ternyata membuatku nyaman berada satu tim denganmu aku pun mulai membuka diri untuk lebih kenal denganmu. Dan kudengar dari temanmu, ternyata kau salah satu dari assisten dosen praktikum dijurusanmu, Ya...aku baru tau tentang itu, kamu sungguh hebat. 

Tapi ternyata kagumku akan dirimu berlebihan. Lantas apa yang akan terjadi setelah aku mengagumimu, aku pun tak bisa menebaknya..bahkan sungguh sulit menurutku untuk meneruskan anggapanku ini. 

Sudah hampir setengah tahun, ku pikir rasa kagumku denganmu yang sangatlah berlebihan ini didasari karena kita masih sama-sama dalam satu lingkungan dan setelah aku dan kamu udah ga ketemu pasti akan hilang rasa kagumku. Namun, ternyata salah... godaan pun makin keras dan makin sangat gentar. Aku kira aku orang yang kuat dengan godaan yang mungkin timbul dari perasaanku dan  membuat ini menjadi begitu berat. Lalu aku pun masuk kedalam lingkaran godaan tersebut. Aku makin resah, binggung dan Ahhh tak usah kusebut bagaiman perasaanku.

Seminggu yang lalu aku memberanikan diri untuk menghubungi nya. Aku sms saja pertama sih hanya nanya kabarnya gimana, lalu lama kelamaan aku bilang saja to the point "aa saya kagum sama aa, maaf kalau saya lancang". Udah dan bisa ditebak tak ada balasan apapun dari dia. Oke, hehe tak apa, kalian tau bukan takut yang aku rasa ataupun malu, namun aku merasa tenang.

Tenang, karena aku ngerasa apapun yang aku sampaikan ini ga ada paksaan sama sekali, semuanya ngalir gitu aja. Memang malu sih. sedikit. Tapi aku tenang, karena yang penting dia udah tau kalau sebenarnya saya kagum dengan dia.

Semuanya balik lagi, toh kalau kita emang suatu saat akan ketemu lagi pasti ketemu, tapi kalau ternyata emang enggak, ya ga masalah ikutin aja sesuai alur skenario Allah. 

Oh iya, di akhir bagian ini aku mau ngucapain karena dapet gelar S.Si nya :) 
Selamat Wisuda ya! Sukses dalam karir dan apapun yang kau inginkan, tetaplah bermimpi dan selalu dalam jalan Allah SWT.